Selasa, 22 November 2011

Bersyukur dan Kurang Mensyukuri

Judul yang hanya berupa formulasi kata jika ya maka lawannya adalah tidak. Tapi sebenarnya yang ingin saya bahas bukanlah apa itu bersyukur apa itu kurang mensyukuri. Saya hanya ingin menulis berbagai pengalaman saya terkait bersyukur dan tidak mensyukuri.

Bersyukur. Benarkah setiap orang, setiap hari bersyukur. Saya tidak mau munafik, saya sendiri masih belum bisa bersyukur setiap harinya. Hal ini memang bukan menjadi sebuah kebiasaan. Okelah, sesekali saya mensyukuri sesuatu tanpa ada sebabnya, berdoa dengan syukur karena mengingat kalau kita harus bersyukur atas segala sesuatu.
Pengalaman lebih dalam lagi, saya diajak bersyukur melihat segala keindahan yang ada. Ironisnya, bersyukur semacam menjadi sebuah alat untuk menakut-nakuti anak kecil. “Kalau kamu gak bersyukur, nanti Tuhan marah. Kamu nanti dapat sial” hal itupun seringkali direpresentasikan dalam produk-produk audiovisual. Akan tetapi, harusnya ada sebuah pendidikan yang lebih dalam untuk menjelaskan kenapa kita musti bersyukur.

Pengalaman saja, saya cenderung bersyukur ketika sudah mepet sekali. Kalau sudah tidak ada uang, dapet uang seribu saja sudah sangat alhamdullilah. Bahkan lebih dari itu, ketika sudah mepet, rasa syukur yang mendalam akan dirasakan dengan sangat menjaga uang tersebut. Ya, sebenarnya terlalu kontras juga ketika menghubungkan syukur dengan uang, akan tetapi ini adalah sebuah contoh yang nyata. oRang bersyukur ketika mendapatkan uang. Ya, uang memang adalah sebuah alat pembayaran, tapi harusnya yang disyukuri adalah kehidupan, fasilitas untuk berbagi yang ada di balik uang itu. Bukan sebuah kemewahan, bukan lagi penderitaan yang bisa ditimbulkan dari uang.

Sebenarnya dari hal-hal tersebutlah kemudian kita bisa mensyukuri sesuatu. Lebih lagi, kita akan mensyukuri dengan menghargai sesuatu itu. Saat sudah mepet. Benarkah semua orang bersyukur setiap hari, atau HARUS bersyukur setiap hari? Menurut saya manut saja pada ego masing-masing. Sekali lagi syukur itu harusnya timbul dari pengalaman yang sudah terarah dengan baik, bukan lagi atas dasar paksaan dan ketakutan akan Tuhan. Hahaha..sekali lagi saya masih percaya Tuhan adalah konstruksi masing-masing manusia dalam bahasa ke-Tuhanan mereka.

Nah, sekarang, ketika kita sedang tidak kepepet atau sedang berlimpah, apakah kita tidak bersyukur? Bukan, saya tidak mengatakan seperti itu. Akan tetapi kecenderungannya adalah kita menghilangkan rasa syukur tersebut setelah menerima berkah. Boleh lhah setelah sekian lama kepepet, kita akan mengahrgai sesuatu yang datang sebagai jawaban atas situasi mepet. Akan tetapi, ketika berkah tersebut terus-menerus datang, ya rasa syukur itu sebnarnya sedag diuji.

Saya punya pengalaman. Ketika habis memenangkan sebuah event, saya cenderung takut. Saya merasa saya berada di sana hanya atas dasar luck bukan kemampuan yang saya punya. Selanjutnya saya terus berada pada titik ketakutan, apakah karya-karya saya kemudian juga bisa diapresiasi. Saya kemudian takut, apakah saya akan terus dibanding-bandingkan. Haha..ya, rasa takut ini kemudian membuat saya jauh dari rasa syukur. Sangaattt jauuuhh..

Hal yang kontras, tapi senada juga pernah saya alami. Kontras dalam rasa takut, senada dalam ketidakbersyukuran. Saat saya mempunyai banyak sekali uang hasil pekerjaan, uang menjadi begitu gampang dibuang. Ah, saya sangat tidak mensyukuri sepeser uang. Saya menjadi lupa makna-makna di balik uang tersebut. Saya membuangnya dengan mudah.

Hahaha..ya hanya share saja tentang bersyukur dan tidak bersyukur. Saya merasa sebenarnya syukur itu tidak perlu ditunjukkan pad orang lain. Syukur yang harusnya dimenegerti pun harusnya lebih dari Terimakasih saya mendapat uang. Tapi mensyukuri pula apa yang ada di balik uang, di balik berkat dengan memahami dan melakukan aksi. Kalua uang ya, boleh lho berbagi rasa syukur dengan memberi sedekah pada yang membutuhkan (teman yang bokek mungkin). Tapi yang lebih penting lagi, syukur seharusnya lahir dari refleksi atas situasi lupa bersyukur. Ya, ini snagat penting karena akan ada makna yang lebih di balik rasa syukur tersebut dibanding ketika kita bersyukur hanya karena ingat paksaan saja.
Selamat menikmati hari, berefleksi dan menemukan begitu banyak berkah yang bisa disyukuri )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar