Apa yang ada di benak teman-teman kalau mendengar singkatan kata F, P dan I? Mungkin beberapa ada yang mengatakan ormas ini gak penting, berlebihan, ada yang menganggap biasa saja atau bahkan ada yang mendukung keberadaan FPI ini. Oke, sebelum mengungkapkan lebih lanjut tentang apa yang akan saya bahas mengenai FPI, saya ingin melihat terlebih dahulu title FPI sebagai sebuah organisasi masyarakat (ormas). Organisasi masyarakat menurut saya sebuah title yang kurang cocok diasndingkan dengan Front Pembela, namanya juga organisasi masyarakat yang artinya adalah sebuah barisan kelompok yang tidak hanya menyangkut beberapa kepentingan, akan tetapi lebih luas lagi yaitu masyarakat yang notabene terdiri dari banyak kepentingan. Dilihat dari arti katanya, Front Pembela berarti kelompok dari masyarakat (artinya hanya sebagian) yang punya visi menjadi pembela. Hal ini membuat saya agak bingung dengan embel-embel Organisasi Masyarakat (yang saya harapkan mencakup kepentingan lebih banyak orang, dari sekedar kepentingan tertentu). Itu baru pendapat saya tentang tidak cocoknya FPI dengan title Ormas yang selalu dilekatkan (kalau ada yang salah mohon dikoreksi).
Berjalan lebih lanjut lagi, apa sebenarnya yang diperjuangkan oleh FPI? Selama ini yang diperlihatkan oleh FPI hanyalah sebuah pergerakan yang agak tidak penting bagi saya, hingga puncaknya adalah pencekalan berlebihan terhadap kasus Ariel. Satu hal yang saya bingung adalah Moral dan agama yang mereka pahami itu sebenarnya yang bagaimana ya?
Agama setahu saya adalah hubungan pribadi antara manusia dengan Tuhan, sehingga relasinya pun sebenanrnya tergantung oleh hukum-hukum agama yang ditafsirkan secara pribadi dalam sebuah pola iman dan perbuatan yang ada. Di lain pihak, ketika Moral adalah hal yang diutamakan dalam pergerakannya pun, saya bingung moral seperti apa yang mereka kedepankan, sedangkan setahu saya moral berasal dari hati nurani seseorang untuk berhubungan dengan orang lain dan hal ini lagi-lagi berdasarkan penafsiran pribadi terhadap ideologi besar kelompok. Dari kedua hal yang coba diserukan terlalu keras (sehingga sangat mengganggu) oleh FPI sebenananya merupakan hal-hal yang tidak bisa dipaksakan (kecuali dengan adanya hukum yang berlaku).
Kemudian saya bertanya-tanya, sebenanrnya FPI selama ini berteriak-teriak untuk kepentingan apa si? Orang banyak juga penganut agama Muslim yang tidak setuju dengan FPI yang over reactive dalam-hal-hal yang seharusnya tidak perlu terlalu dipikirkan secara bersama (karena terkait dengan hubungan pribadi). Hal yang membingungkan lagi adalah FPI justru jarang mengkritisi pemerintahan yang Korup. Kenapa mereka lebih memilih hal-hal yang seharusnya bersifat pribadi? Apakah mereka terlalu kebal terhadap pemerintah sehingga mereka mencari proyaksi? Apa mereka menganut agama dan kepercayaan yang telah terpolitisasi dan tidak lagi murni? Apakah mereka benar-benar melakukan sesuatu hanya karena motivasi cari muka dan cari uang? Sepertinya mereka perlu diajarkan batas-batas yang perlu dan tidak perlu. Maaf kalau terlalu aneh, hanya ungkapan hati dan buah pikir saya saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar