Jumat, 11 Februari 2011

Blogging Sebagai Kegiatan Penyalur Pikiran

Ketika memutuskan untuk menuliskan bagian ini, saya sebenarnya mengalami beberapa disonansi terkait ketidaklengkapan tulisan-tulisan saya. Satu hal yang sangat kurang dari setiap tulisan-tulisan saya adalah kehadiran ilustrasi baik yang berupa foto ataupun video. Disonansi itu sangat saya rasakan, terlebih ketika saya mengetetahui kekuatan ilustrasi sebagai bukti juga sebagai penguat sebuah tulisan. Akan tetapi, keterbatasan saya dalam hal peralatan tidak lantas membuat saya melunturkan niat untuk mengunggah tulisan saya ke dalam blog. Blog menurut saya bukan sebagai ajang untuk memperlihatkan bagaimana karya "sebagai sebuah media self-esteem", tapi lebih merupakan media sosialisasi dimana segala buah pikir yang ada di dalam sebuah blog (walaupun kadang saya pesimis akan ada orang yang membaca tulisan-tulisan saya) mempunyai makna yang berarti bagi kehidupan masyarakat. Buah pemikiran kecil akan menjadi bahan referensi alternatif bagi pemikiran-pemikiran besar, apalagi dengan meningkatnya aksesibilitas manusia terhadap pikiran-pikiran tersebut. Blog bagi saya bukan lagi berbicara tentang kelengkapan ilustrasi di dalamnya, akan tetapi bagaimana elaborasi pemikiran-pemikiran kecil dalam benak penulis dengan rangkaian kata-kata yang pada akhirnya menambah satu lagi alternatif pemikiran dari sekian banyak opini-opini yang ada di dalam dunia online, broadcast dan juga cetak.
Jadi untuk kalian yang takut untuk nge-blog karena keterbatasan kelengkapan pikiran-pikiran kalian, coba tuangkan pikiran-pikiran kecil dalam dua, tiga atau lebih rangkaian kalimat agar orang tahu apa yang menjadi pikiran kalian sehingga pemikiran sekecil apapun pada akhirnya akan memberi alternatif bagi pikiran-pikiran lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar