Kamis, 30 Juli 2015

Salah Tidur


Lelah
Setiap hari bergulat dengan interpretasi
Busuk, selalu ada bagian tempatmu menusuk
Tidak cukup kau berperang dengan kemacetan?
Setiap pikiran yang mandeg
Muara kekosongan,
Berujung pada kekuasaan

Bicara selalu tentang modal
Kawan kau juga jual
Keluarga biar saja terlantar
Mereka di belakang, mimpimu jauh lebih di depan
Kau tak sempat, tak punya waktu
Sepertinya lehermu sakit
Terlalu lelap tidur, banyak mendengkur
Lupa kalau posisi kepalamu semakin salah

Gurat pada atas dahimu? Apa itu?
Seperti bekas api pada pantat tungku liat yang terbakar terus-terusan
Sebentar lagi retak
Kau terlalu panas, nak
Berhenti sejenak sebelum kaki berontak, matanya lepas kelelahan
Gosok dengan kawat, sepertinya sudah terlalu berkarat

Anakku.
Ini Ibumu.

Bumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar