(bukan review..tapi cerita)
Waktu menunjukkan pukul 5 sore dan semua pekerjaanku ternyata belum bisa terselesaikan. Aku mencoba menyelesaikan pekerjaan ini secepatnya, berusaha mempercepat waktu dengan menyibukkan diriku. ya, tetap saja aku merasa sedikit bosan dengan pekerjaan-pekerjaan yang kualami.
"Uh..kapan kerjaan nich kelar ya?" menggerutu dan menggerutu lagi..bukan karena saya tidak mnyukai pekerjaan ini, tapi semua hal ini membuatku ingin beristirahat sejenak.
"trit.ti..tttt.." bunyi hapeku mengalihkan pandanganku sejenak.
kubuka hapeku dan kubaca sms yang masuk.
ada yang bisa bantu aku coreldraw? penting!!
sejenak aku bertanya-tanya..kenapa temanku yang satu ini sms aku? kita gak begitu akrab walaupun sempat mencoba akrab..toh dia punya lebih banyak teman yang lebih handal dari saya..tapi aku tetap menjawab
aku bisa
dia pun membalas oke,,kamu bisanya jam berapa?
jam 9 malam, gimana?
siiphh..nanti aku ke kosanmu yo..
ku putus sms itu dan aku lanjutkan kembali kerjaan yang sempat tertunda..tak kupikirkan lagi permohonan temanku..sedangkan aku tetap serius dibelakang kamera menilik teman-teman ku yang sedang ada di depan kamera yang kupegang..
tak terasa 4 jam sudah lewat..sekarang jam 9 dan hapeku berbunyi kembali..
kalau sudah sampai kos, sms aku ya..
singkat cerita 10 menit kemudian aku memasuki kosku dan mengirim pesan aku sudah di kosan
sembari menunggu temanku itu, aku mandi dan mengistirahatkan badanku sejenak..
sejenak aku berpikir kenapa tidak segera kunyalakan komputerku dan mencoba membuat sesuatu? dan aku pun menyalakan komputerku membuka program photoshop, lalu mencoba editing foto nikahan kakakku..hmm..tak lama kemudian datanglah teman yang sudah kutungggu ini...
"emang ge apa to, cah sinau corel?"
dia menjawab "ge daftar kerja"
"oh..jadi apa?"
"daftar dadi staf administrasi.."
aku diam sejenak, sembari menunggu dia menyiapkan diri mempelajari corel dari orang yang belum ahli ini..
"hah..aneh,,kog pake corel barang??"
"ha.ha..yo mboh..aku yo bingung.."
seperti ketika awal bertemu..ternyata dia menjadi sangat terbuka..menceritakan apa alasan dia mendaftar kerja di sela-sela tugas kuliahnya..kesulitan ekonomi,,wow..aku juga merasakannya akan tetapi aku bahkan belum sampai berpikir untuk merasakan dunia kerja yang sesungguhnya. Aku hanya mengerjakan kegiatan-kegiatan kampus yang tanpa uang. Salut untuk seorang teman yang satu ini, di tangah tekanan dia mampu bertahan dan pastinya dia juga menginspirasiku..yang juga sedikit tertekan.
sembari bercerita aku mulai mengajari instrumen2 sderhana yang ada dalam program corel draw..setelah mengenalkan aku beri dia waktu untuk membuat desainnya sendiri.
tak sadar, tubuhku yang lelah ternyata tak sanggup lagi menahan kantuk..aku mulai menutupkan mataku dan terpejam tidur..aku tak lagi memikirkan temanku yang sedang mencoba-coba corel..tapi aku sudah berada dalam alam bawah sadar..
jam alarm dari hapeku berbunyi menandakan aku harus segera bangun dan bersiap menghadapi pekerjaan di kampus..matahari sudah cukup terang,,dan saya baru sadar...pintu saya tidak terkunci..ha.ha..saya baru ingat kalau ternyata semalam teman saya numpang belajar corell...
saya check lagi komputer saya, ternyata ada flashdisk menancap dan ada satu folder baru...tepatnya di folder film "3 idiots"
pagi itu saya harus berangkat dan belum sempat menonton film tersebut..akhirnya saya menonton pukul lima malam..walaupun mungkin terlalu telat untuk menontonnya..
scene demi scene menonton film ini..saya terngiang dengan tuntutan orang tua,, saya terngiang dengan kehidupan orang tua,, saya terngiang dengan tekanan keuangan yang ada..saya terngiang dengan persahabatan yang saya jalani..dan tak terasa saya menitikkan air mata....
film ini hebat...begitu benak saya berkata...dan saya segera mengirim pesan..
aku pingin misuh,,sekaligus maturnuwun sampun ngopy'ke film iki..all izz well
tapi saya masih awam dalam menangkap pesan sebuah film..hal yang selanjutnya terjadi adalah bahwa saya mulai terjebak dalam mindset di dalam film itu..saya terjebak dalam setiap alur yang saya camkan erat-erat tentang ingatan akan film itu..saya percayai bahwa film tersebut sangatlah ideal untuk sebuah proses kehidupan dan persahabatan..
ha.ha..ternyata semua hanya harapan kosong..saya mulai mengutuk diri saya karena tidak bisa menjalin persahabatan yang sangat erat..bahkan dengan rela membuat sahabat saya muak dengan diri saya....kehidupan saya pun seakan tidak menjadi lebih baik..walaupun saya terus menerus mengingat apa yang ideal berdasarkan sebuah film...
3 Idiots membuat saya bagaikan seorang idiot yang terjebak dalam sebuah tontonan..mengandaikan semua yang ada di dalamnya adalah hal yang nyata dan mulai berasumsi bahwa kehidupanku bahkan tak akan sebagahagia itu..tapi kesadaran datang..saya masih punya teman yang walaupun tak bisa terus menerus mengingatkan saya, menjaga saya, tertawa bersama bahkan menangis bersama,,akan tetapi mampu membuat saya tetap berdiri tegar..mengingatkan saya ketika saya meminta saran...
terimakasih teman..kamu telah memberi inspirasi bagi tulisan ini...terimakasih teman-teman saya yang nun jauh disana...
"kenapa temanku yang satu ini sms aku? kita gak begitu akrab walaupun sempat mencoba akrab."
BalasHapuskata2 mu iki maraki aku ngekek ndz, hahaha
jujur banget kie lhoooo
tapi harapanku kita bisa lebih akrab...
ok??? karena aku sedang mencari "idiot-idiot" di dunia ini
"toh dia punya lebih banyak teman yang lebih handal dari saya.."
salah satu teman handal yang aku miliki adalah kamu Sidh, mau merelakan waktu di sela2 kerjaanmu yang segunung
jujur aku gak punya alasan yang jelas untuk menshare film itu, tapi aku senang bisa menginspirasi
kalo ada masalah katakan ALL IZZ WELLL....