Bukan bibir besarnya yang membuat semua orang terkesan akan dia...bukan juga bagaimana dia bisa mengeluarkan bercandaan yang ampuh..akan tetapi ketulusan dia dalam setiap saran dan tatapan yang tergambar...
ha.ha...
Dia adalah seorang sahabat yang selalu mengerti kapan saat yang tepat untuk memberi saran dan saat yang tepat untuk mencambuk kembali semangat seorang sahabat yang sedang lemah...fleksibilitas dia dalam menanggapai suatu masalah dan keluasan referensi dalam pemecahan konflik membuat dia menjadi sahabat yang selalu hadir dan dinantikan tak oleh seorang sahabat yg dia miliki..akan tetapi banyak orang sahabat yg terkesan akan di..
kami bertemu d bangku SMA dalam sbh ktdaksengajaan..awalnya pertemanan kmi pun tak lbh dari skdar tupai dan tikus..pertemanan yg sangat biasa...
cerita mulai berbeda ketika kami menemukan ksamaan dalam sbh misi..misi suci yg dlekatkan pada orang2 yang bahkan tidak suci ini..kami mulai terperangkap dalam refleksi mendalam..dan terlibat dalam sbuah kontinuitas resiprokal yang bgtu dalam..
masih jelas dalam byanganku bgmana dia mengjariku untuk selalu bersabar....berpasrah dalam tiap kendali yang ternyata berat untuk dikendalikan sendiri...pandangannya membantuku untuk mengemudi tak hanya mengarungi dunia fana..tp menyelami iman yang lebih lanjut *walaupun sekali lagi..kami bukanlai orang2 yg suci..*
saya menemukan bhwa saya sangat beruntung mengenal sahabat ini..tak byak waktu kita lalui bersama..tak byk canda..tak jua selalu haru...tpi ketegaran yg selalu kita berikan...hati yg selalu siap..dan kejujuran dalam setiap kemudi...
ha.ha..tapi kita lupa sesuatu kawan....perumpamaan tentang gembala..perumpamaan tentang benih....perumpamaan tentang segala sesuatu yg telah menjadi pengikat persahabtan ini..dmanakah titik temunya dgn sgala keduniawian yg 'saya ingin tunjukkan pada Anda'...
benar kata dia..bukan waktu yg menuntun kita pada sebuah kesadaran..bukanlah pemikiran muluk2 yg akan membuka setiap cabang tubuh kita untuk merasakan cinta....bukanlah air mata atau tawa yg mjdi ukuran kita menilai kesan dalam sbuah persahabatan..bukanlah keduniawian yg menuntun kita pada ksempurnaan..
terimakasih untuk hati yg telah kau ajar dan berikan..terimakasih untuk setiap ketegaran yg membawa saya pd sbuah refleksi tentang bgmana saya menggunakan hati saya..
dan dalam tiap keluhan akan beban khdupan saya..saya akan menumpukan telapak tangan sy d dada dan berkata 'aal izz well'..maturnuwun,moo..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar