Rabu, 02 November 2011

Zendy: Mbencekno Rek








Hai Zendy Tedja Wijaya. Terimakasih telah menjadi partner saya selama beberapa hari ini. Hahahaha.....Sebelumnya,,maaf kalau saya jadi partner yang kurang perhatian. Saya lupa tanggal ulang tahunmu bahkan,,eh,,bukan lupa..tepatnya belum pernah tahu. Hahaha. Semalam, saya kumpulkan beberapa ucapan dari para finalis, ya gak lengkap sih, tapi nanti coba dilengkapi ya kalau sudah ada yang bales lagi.
Kalau dari saya sih sebenernya bingung juga mau mengucapkan apa dan bagaimana. Kalau temen-temen bohlam mungkin sudah memberi surprise, sekarang saya cuma ngasih seperti ini saja..maaf ya kalau cuma sederhana. Hahahaha...maturnuwun sudah menjadi partner baru, sudah menyeret saya ke dalam festival yang penuh dengan intrik ini. Saya selalu ingat kata-kata medhok "Mbencekn" that was your brand. Hahaha..kamu membenci semua hal yang ribett..tapi di lain sisi kata mbencekno itu juga menjadi satu bahan kami untuk menertawakan tingkahmu sing kadang-kadang yo mbencekno -_-" Terimakasih sudah mau nemenin tidur 3 malam, hahaha. Selamat ulang tahun Zendy, semoga dilancarkan jodohmu. Hahahaha...semoga semua yang didoakan jadi kenyataan..semoga tahun depan kita bisa melaju lagi di festival serupa. Selamat ulang tahun, selamat menjadi pribadi yang dewasa, selamat memiliki harapan baru yang lebih mulia dan selamat menempuh hari-hari yang selalu penuh dengan ide-ide yang kreatif. Ingat Acer, ingat inspiration to be yourself and inspiration to be a part of the world. You're one of the world best, you have to sure of that. THen you'll be someone Great like Steve Job had been. Congratulation Zend..semoga selalu menginspirasi banyak orang :))Don't be a mbencekno person..tapi tetap jadi orang yang selalu "mbencekno" hal-hal yang ribet dan rumit. (3 November 2011, telat 2 hari)

Mendaki Lagi, Naik Hingga di Pos 3


Mendaki Gunung kembali. Ya, walaupun saya berikhtiar untuk berhenti mendaki gunung Lawu, Merapi ataupun Merbabu..sekali lagi bukan berarti saya menghindari pendakian saya dalam hidup ini. Pendakian yang begitu luas,,bahkan yang paling menguras tenaga. Banyak waktu yang mungkin terlewatkan untuk sekedar berbasa basi dalam pendakian ini. Saya berterimakasih sekali lagi untuk nenek saya, yang walaupun masih selalu menyisipkan rindu dalam setiap bekalnya, tetapi ternyata mampu memberikan bekal terbaik untuk saya. Kalau dikatakan terbaik, saya yakin ini terbaik dari kemampuan saya saat ini dan tidak ada yang bisa memaksa kami untuk mencapai puncak tertinggi ketika saya baru pertama kali terjun dalam festival periklanan ini. Kami telah berusaha, sejatinya usaha kami pun diiringi dengan restu dan bantuan semua rekan yang bekerjasama dengan kami, baik Temankecil, Bohlam maupun sahabat-sahabat kami diluar itu.
Kami hadir dalam ajang ini murni untuk mencoba masuk dan terjun, bukan untuk menang. Jujur, kami masih sedikit buta dengan dunia festival. Jujur kami akui banyak pengentry yang lebih punya banyak kreativitas daripada yang kami miliki. Tapi satu hal yang pasti, kami sudah melaju, walaupun dianggap sebagai kuda hitam tapi kami harus berani bertanggungjawab karena kami telah berani melaju. Bukan sebuah perutusan yang ringan ketika ternyata kami tiba di lokasi karantina, tapi sekali lagi kami harus tetap melaju. Melihat mereka yang berumur lebih matang, pengalaman festival yang sudah banyak diikuti, kami merasa gagap untuk mencoba menyaingi. Tapi, saya ya tetap saya, bercanda tanpa batas, mencoba bergalau bersama dan menyelami kebiasaan bersama ya tetap kami lakoni. Kami hadir bukan untuk bersaing, kami hadir bukan untuk membesarkan diri di tengah teman-teman yang belum lolos. Kami hadir awalnya hanya untuk menjadi pemanis optimisme teman-teman UAJY yang selalu mempertahankan gelar juara. Hal itu yang membuat kami, khususnya saya terbebani sebenarnya.
Setelah melihat medan tempur, jujur kembali, saya merasa tak punya kendali untuk memenangkan kompetisi ini. Saya merasa kami hanya anak muda, yang jauh dari pengalaman, kami hanya berbekal teori dan mencoba untuk melaju di dunia yang penuh praktisi. Sekali lagi, sudah maju, tak boleh mundur. Di hari pertama mendapat kabar bahwa kami harus mengerjakan Acer, kami tak punya nyali untuk sekedar berbicara kami punya optimisme. Kami garap brief dengan tekanan yang saya yakin asalnya dari pesimisme dan ketakutan kami. Hahaha, dan bukan Sidhi namanya ketika tidak berani merubah konsep 12 jam sebelum presentasi. Dengan bantuan perangkat problematika dan insights yang kami dapatkan, kami menyusun dalam sebuah presentasi yang kami sepakati, sekali bukan untuk menang..lebih pada sharing apa yang kami dapatkan.
Tak disangka kami menang. Tapi kalian tahukah? Medali Bronze hanyalah sebuah pemanis untuk semua perjalanan kami. Hadiah dari tim Pinasthika yang sebenarnya adalah beribu-ribu pengalaman tak ternilai, disamping kasur empuk, makanan enak dan juga hadiah tambahan tidur bersama partner perempuan saya :)). Hadiah sebnarnya bukanlah sorakan bangga dari Universitas, bukan juga dari kerabat, bukan juga ucapan selamat dari semuanya. Hadiah sebenarnya adalah sebuah karya yang dihasilkan selama tiga hari, dan hal itu lah yang seharusnya membuat mereka bangga. Kami berproses bersama dengan mereka, entah yang kami temui setiap hari maupun yang hanya kami temui dalam waktu 5 hari karantina.
Ya, kami datang awalnya bukan untuk menang. Kami datang untuk belajar. Kami datang sebagai seorang yang masih polos dan mencoba terjun ke dalam lautan pengalaman. Kami beruntung bertemu Babe Djito (maaf ya Be, saya punya pengalaman yang tidak enak dengan kata "Ayah"..jadinya saya merasa lebih akrab dengan kata Babe), beruntung bertemu Mbak Nisa, Ipeh, Rendra, Matahari, Angga, Reisha, Moe, Putu, Fian, Ruru, Vicky, para pembicara, para volunteer dan segenap panitia. Kami juga beruntung mengenal teman-teman ultrainspirasi dari Bohlam, Temankecil maupun sahabat-sahabat lain. Kami juga berterimakash untuk bung Gan, Ko Yul, mbak Tit, Natal, Mas Dikol. Unlimited inspiration yang sempat juga membuat kami takut untuk pulang Babe Agus Putranto.
Sebenarnya inilah penghargaan untuk proses. Sekali lagi hanya simbolisasi yang akan cepat dilupakan. Hadiah utama yang kami miliki adalah kalian semua yang selalu menginspirasi kami. Saya berterimakasih khusus untuk teman-teman saya dalam penadkian gunung. Saya tidak berhenti di pos dua pertama, saya mencoba meraih puncak bersama kalian. Kalian yang mendorong saya maju ke atas, hingga akhirnya saya bisa menarik kalian naik dan mencapai puncak yang lebih tinggi. Begitu seterusnya, kalian dan saya saling mengangkat. Terimakasih semuanya. Maaf jika terlalu lebay. Kadang saya merasa periklanan adalah dunia yang terlalu praktis ditengah keinginan saya yang terlalu sosialis. Tapi saya sudah terjun di dalamnya, semoga saya bisa menggabungkan idealisme saya dengan keinginan saya untuk terus melangkah.
Sekali lagi treimakasih semuanya. :)) You're the Champion, You're one of the best that the world had.

Rabu, 24 Agustus 2011

Selamat Menanti Lebaran



Ini adalah gawean yang sangat mendadak, terpikir lalu langsung eksekusi..seperti tagline biasanya, elek yo luweh sing penting gawe..hahaha..saya bikin ini untuk teman2 yang berpuasa. Katanya ketika berpuasa maka disarankan untuk berbuka dengan yang manis terlebih dahulu, nah kadang kata "manis" hanya diartikan secara fisik dan biologis untuk kepentingan lambung dan kesehatan saja, tapi jarang dimaknai sebagai sesuatu yang harusnya bisa lebih psikis..yaitu manis secara psikologis yang digambarkan lewat senyuman. Oleh karenanya saya menggabungkan berbuka dengan manis (senyuman dan berbuka dengan yang manis (harafiah/makanan dan minuman).
Overall..selamat menanti lebaran ya teman2....

Coba Stop Motion: BELAJAR??

Hayoo..yang sering belajar cuman untuk formalitas,,malah dolanan waktu belajar biar gak dimarahin ortu atau penjaga asrama #curhat..

Senin, 08 Agustus 2011

Nasionalisme Penjaga Budaya

Ini adalah Video saya, Arya dan Bobi yang berhasil menyabet juara 2 dari 5 finalis (yang kami yakin merupakan jumlah peserta juga)di Pekom UI 2011. Bercerita tentang kehidupan Titah, orang yang mungkin tak terlalu tampak dalam kehidupan akademis, tapi berhasil memukau kami dengan tariannya. Video ini sudah diupload di kanal ABNNews di Youtube, saya hanya ingin share kembali



selamat menikmati

Semester Pendek

Ikut SP, jadi SC FIAT ternyata cukup menyenangkan, saya bisa ikut belajar dan membuat karya..hehe..saya share saja ya karya yang baru dalam tahap belajar ini...keterangannya ada di kanal Youtube saya...









selamat menikmati..hehe

Sabtu, 16 Juli 2011

Lawu, Pendaki Gunung

Yang ini berbeda dari postingan sebelumnya. Saya ingin menceritakan bagaimana ada beberapa hal kontras yang kami temukan di Lawu, sebuah Gunung yang indah (sama dengan gunung-gunung lain). Tapi di Lawu, kami berhenti dan menginap di tempat yang penuh sampah, bahkan burung Paruh Gading pun makan dari sampah-sampah yang ada. Tidak indah untuk dilihat, sangat kontras dengan pemandangan hijau di depan kami. Padahal sudah ada tertulis di berbagai tempat 3 prinsip pendakian gunung:
1. tidak mengambil apapun selain foto
2. tidak meninggalkan apapun selain jejak
3. tidak membunuh apapun selain waktu
Dari prinsip nomor dua kita tahu bahwa meninggalkan sampah adalah sesuatu yang tidak benar. Lawu, dengan keindahan di depan mata kami ternyata tercemar, sama halnya dengan beberapa gunung yang pernah saya daki (merbabu dan Merapi).
Hal lain adalah ketika dalam perjalanan, entah mengapa setiap bertemu kelompok lain yang mendaki akan selalu ada interaksi walaupun tidak mengenal satu sama lain. Hal ini yang berbeda dengan keadaan sehari-hari kami.
Hal yang pasti adalah Lawu, Merbabu maupun Merapi hendaknya menjadi refleksi cinta terhadap dunia, bukan lagi keegoisan untuk melihat dan menuntut keindahan dari Tuhan, Pemerintah dan orang lain tanpa melakukan aksi apa-apa. Rada gak nyambung sih antara poin satu, dua dan kesimpilan...tapi intinya menjadi pendaki Gunung bukan berarti menjadi pengamat, pelihat..tapi menjadi reaktor atas isu-isu bersama, terlebih kelestarian alam. Selamat mendaki para pendaki Gunung, saya sudah pensiun....haha