Selasa, 29 Juni 2010

Mantari

Mantari menghampiri Batara Bayu,,meminta angin melesat jauh..membawa pesan menusuk kalbu..pesan jiwa menerkam dalam kehidupan,,tak ayal menjadi sarat akan kesengsaraan..
Mantari ku dulu hangat memeluk,,kini panaz,,liar tanpa kemudi..melesat kencang..melelehkan tiap titik keringat dalam kehidupan..
tak adakah yang lain selain Mantari? apakah Lintang pun tak bisa menghangatkan tiap kulit kehidupan,,ataukah sang Wulan tak mampu menjamah sejengkalpun kehidupan dgn senyum hangatnya?
ku telusuri Mantari..kehidupan Mantari..keinginan Mantari..
'aku hanya dpersalahkan kini'
Mantari tak sengaja berkata,,ketika semua berada di atas normal,,khdupan pun berada berbalik menghujamnya dengan makian..
'aku pun kini kehilangan panasku'
entah siapa yang salah,,ketika kehidupan merasakan gejolak yg mendalam dalam panas yang seperti api tak di surga..
'aku ingin kalian menjaga diri,,jangan sok merawat bumi..tapi skedar keluaran liur..tertelan kembali saat menjadi penuh,,tanpa pernah liur itu memandikan segala tangan dan kakimu dengan niatan..manakala hanya bicara..manakala kaki dan tanganmu terlalu kaku tanpa niatan,,dan akhirnya mulutmu pun kelu tuk sekedar berucap..
hatimu keras berusaha kawan..tapi nadi otakmu tak sdkitpun memberikan pemikiran..dan lihatlah! kw hnya diam memandang..'
Mantari tak berharap makian kita..ketika dia dirias dgn hujaman..ketika itu pula dia semakin cantik..karna hujaman tanpa gerakan itu akan membuat dia semakin 'panaz'..
kehidupan dan Mantari..atau bhkan Lintang dan Wulan pun tersangkut di dalamnya..membangun konflik sendiri..bhkan ketika Gerhana datang,,mereka sibuk menyiapkan posisi masing2..dan menghilangkan satu esensi kegunaan..'sinar'
tanpa kata lagi..kehidupan ini sbenarnya sarat akan cahaya yg mampu mengubah pikiran,,membangkitkan rasa..menggerakkan jiwa bahkan mengotak atik sgala paradigma yg menjadi terlalu umum..
namun sinar tetaplah sinar..Mantari tetaplah Mantari..bgtu pula Lintang dan Wulan..tetaplah Lintang dan Wulan..yg hanya mampu menerangi kehidupan..dan tak mampu memaksakan keputusan..mereka mati dalam kenyataan,,tapi seolah-olah selalu hidup dalam stiap renungan jiwa..
akhrnya..merekapun terlalu kelu dan terbutakan oleh sinar mereka sendiri..bgtu pun kehidupan,,menjadi terbutakan oleh sgala himpunan kekuasaan yg telah mereka dapatkan..
untuk ap lagi berpikir? kita tak sedang menonton drama kisah tentang Mantari..kita sdang berpikir tentang khdupan..tak ada panggung teater..yang ada hanya pndgn picik..
aku ingin sekali mantari lepas dr kalut akan sgala kekacauan..
mantariku,,kau kini hilang dterjang omongan..d antara smua celaan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar