Selasa, 29 Juni 2010

Parmo dan sepeda ontel alkid..

(diambil dari Notes yang sudah usang..)
masi sisa sedikit uang hasil dia membeli jaket. .
masi bisa juga dy bermain-main dgn dhuit itu. .
akhrnya dy k alkid. .bersama 3orang temannya dy menghabiskan sisa uangnya untuk sewa sepeda ontel..benar2 puas bsa bsenang2 dgn uang sndiri apalagi bersama teman2nya..
memutari alun2 2x. .benar2 asik mereka menjalani smua it..tak pduli tampang lusuh atopun keringat bau. .
tapi yg jadi ironis adlh ktika pulang parmo mendapati ibunya sakidh..
ingn skali parmo menarik kmbli smua ksngn untuk biaya berobat ibunya,tp ap daya..smua sudah terlanjur dbuang untuk ksenangan. .
dy hnya bza berdoa dan berdoa. .
ingin sekali dy berziarah untuk mendoakan ibunya,,tapi tnyata teman2ny lbih mmlih tgas mreka drpd menemani dia..sedihlah dy mengngat dy bsnang2 ktka ibunya jatuh sakit,,dan saat dy btuh tman..tak ad tman yg menggbrisnya..
dpandanginya jaket yg bru 3hari dbelinya itu
'parmo..bktikan merahmu!! km bisa..berjuang untuk ibumu parmo!' dy mendapat sugesti dr pkirannya..
teringatlah dy pdku..
didatanginya ak dan dia bercrita smuanya kpdku..
sambil tersedu menyesali smua ksnangannya dan menangis tak memiliki teman saat dy jatuh dan sangat frustasi mengetahui dy tdak memiliki uang tuk berobat ibunya..benar2 spt anak kcil..tp dy tahu ap yg sharuznya..wlpun bru sbtas pnyesalan,belum tindakan..
'mb vira,,gelem ngancani aku ndonga ning ganjuran ora?'
spontan kujawab,'ayo,,ak jg mau doa untuk ibumu!'
singkat cerita,,sampailah kami d gnjuran..tak terkira brapa uraian air mata turun dr mata dy..tp ak melihat tiap ttesnya memberi ktegaran untuknya..
ak terharu melihat hal ini,,seorang anak yg hruz sll bjuang untuk mdptkan sst dan mjd prhatin bhkan tak lama stlh dy bsenang-senang..
'mb vira,,jaket e tak gadaike tapi ak nyilih dhuit entuk ora?'
kusambut baik twarannya,,ak tak ingin melemahkan usaha+pmkiran kerasnya..kuambil uang 250rb dan kupinjamkan pdanya..
'kakehan iki! ak wedi ra isa mbyar!'
kujwab 'jaketnya memang hrganya sgitu kok!'
senyum melebar wlpun ad kkhwtiran 'y wiz..sewulan maneh tak balikke yo!'
kuanggukkan kepalaku..kulebarkan senyumku..namun air mataku tak mampu terbndung melihat ktegaran dy,,ketekunan dy..perjuangan dy mengatasi rasa malu itu..
parmo..ibumu pasti bangga denganmu!
semangatmu,pengertianmu,kepolosanmu,refleksimu dan kerja kerasmu..
parmo. .kamu benar2 merah dan tampak merah d dpanku stidaknya..
parmo..ak bngga pnah mengenalmu,,
'mb vira,,ak pengin duwe knca cedhak..tp kok angel yo?'
'ak teman dkatmu kok parmo! inget y!'

Parmo dan jaket merah

(diambil dari Notes yang sudah usang..)
parmo,,remaja lusuh yang suka mengemis dan kurang pergaulan..berteman dgn anak2 jalanan yang miskin pemikiran..dbesarkan tak hanya dalam kprihatinan..akan tetapi serba kekurangan..pastilah iba tiap orang melihatnya..
terlihat dy termenung d dpan kaca etalase yg memajang rangkaian jaket berwarna merah..sekilas melihat harganya,,150rb..linglunglah dy..
senyuman membara tanda sbuah ambisi menghiasi wajahnya..'buktikan merahmu parmo!'..
tak kenal lelah dy mulai mengemis,mengamen,mengais rongsokan..tiap hari dgn ambisi mendapatkan jaket merah itu..
makan hanya sekali demi menyisihkan uang lima ribu per hari..dgn target satu bulan kdepan dy bza memiliki jaket it. .
kejar setoran yang masih dpotong pajak dr sang abang tukang palak..bhkan ssekali hbiz uang hasil kerjanya..
tiap malam kupandangi dia d luar etalase distro yg kujaga..mengagumi jaket merah itu..
kadang tampak air peluh dan air mata bercmpur..
ak sungguh senang dgn ambizinya,,matanya seolah mengisyaratkan 'hanya ak yg boleh pakai jaket itu,,jgn sampai ak ddahului orang lain!'
ambisius dgn ketekunan..mengintai hri demi hari kberadaan jaket trsebut..
tepatlah dua bulan sjak dia brusha keraz,,tmpak telat tp tetap dgn ambizi..
tbuh lusuh kecil dan tingginya mulai menebar aroma tak sedap d distroku. .
ia memberanikan diri masuk dan mencari jaket impiannya..
tampang sayu stgah sdih dan lesu mulai tampak..agak kasar dy mmbolak-balik jaket2 d etalase itu..
lalu raut mukanya terlihat buaz memandang keluar..tnyta ad jaket merah dkeluarkan dr sbuah kntong plaztik dstro kami,,mtor yg membwa jaket it melesat kencang..tak dsangka c parmo pun memandang buas smbari mengejar mtor it..
peluh keluar dan mta it tlhat bkca2 skmblinya dy d diztro km..
sambil mntup wjah dy btnya..'jaket abank ning kene mau endi?wiz entek pa?'
kulihat wjahnya..kuberikan skntong jaket..
'ini,,yg tdi it bukan jket merahmu!! km lbh cocok dgn merah yg ini..lbh brani!'
seakan trhpnotis tnda stuju..dy tsnyum bngga pdaku..
'iyo,,luwih apik! pira regane? ak seneng sg iki!'
kulipat gnggaman tngan penuh uangnya..
'buat km aj! dhuitnya buat km bgi k adik2mu aj!'
dy ngeyel 'moh..ak ra butuh d melas i'
ak berlalu darinya dan dy hnya bengong..
keesokan harinya ada sbuah bando d dpan mejaku. .
'buat mbak vira,,mkasi' jket merahnya! ini bndo ungu,,lbih co2k buat mbak drpda warna ungu yg biasa mbak pake! parmo'
tersenyum ak melihat dy membagikan mkanan k adik2 jalanan d parkiran distro kami..
parmo..tak knal lelah,,
buktikan merahmu!

Wernaning Ati Wernaning Panyuwunan

(diambil dari Notes yang sudah usang..)
menapaki panggung mahabharata..
panggung yang biasanya hingar dgan warna emas berpadu kuning cerah dan juga hitam dan merah sebagai lambang kemewahan,keserakahan hingga keberanian..dalam panggung yang tak nampak sarat dgn sgala yang berbau norak..panggung yang hanya mengenal kata klasik..

terdapat kejenuhan beberapa pementas perang khurusetra yang dgn kterpaksaannya berias untuk menghbur mereka yang hanya menikmati warna klasik tanpa perubahan sama sekali itu..
dalam panggung ramayana para pementas tarian mulai melenggak-lenggokkan badannya dgn sesekali berpikir 'mana warnaku? tidakkah mereka suka dgn warnaku?' ketika mereka menyajikan liuk tubuh mereka..
sungguh ironis apa yang mereka rasakan..sebuah kehausan akan tampaknya berbagai ilusi pikiran yang ditangkap denyut otak sebagai warna..
'aku terperangkap dalam warna ini,tak lagi bisa melihat warnaku' mereka disergap sdikit keraguan mengapa harus mementaskan tarian dengan penekanan terhadap warna mewah dan berani..

Kunti yang dikenal sbgai ibu para pandawa berkata 'aku ingin mengenakan gaun jambonku..melambangkan feminismeku sebagai seorang wanita bangsawan dan juga kelemahanku ddpan anak kandungku-Karna'..lalu sang Duryadana menyahut 'aku juga ingin mengenakan pakaian unguku agar tak perlu ku berkabung untuk smua yang tlah kubunuh,,biarlah aku berkabung lewat warnaku'
suatu hal yang aneh terjadi ketika Kresna berkoar tentang warna 'jadikan mahkota badanku ini hanya hitam dan putih..aku orang yang hanya menilai baik dan buruk! tak mengenal abu-abu..dan biarlah aku memiliki hitam bukan karna kemurkaanku,tetapi lebih pada peringatanku untuk kehidupan kalian smua sebelum putihku berkibar disamping peti kalian yang serakah!' dia mengeluarkan smua kebijaksanaannya 'tidak seperti Bishma dan Durna yang lebih memilih abu2 yang tetap membela kurawa walaupun mereka tahu mereka di pihak yang salah'
'guru,,hijau bukankah lebih cocok kukenakan..agar aku dpandang lebih berhati nyaman ketimbang aku yang sesumbar kemewahan..tidakkah hijau ini masih tampak didominasi kemewahan? namaku berarti 'ia yang tidak lurus' tapi aku ingin lurus tanpa kemewahan,aku tak boleh berhenti pada ak saja,tapi bukankah pada orang lain juga aku harus mengabdi,guru?'tanya Arjuna pada Kresna..
'dan kami Arjuna' Bishma dan Durna tak ingin kalah 'berikan merah pdaku,,lambang keberanian pengabdian lebih kepada kekuasaan..apapun kami lakukan bhkan hingga kami mati'
begitulah kehausan mereka akan warna yang tak mmberi ruang

Berontaklah mereka,,menapaki panggung dalam sandiwara dengan kemurkaan..batasan yang dilekatkan dalam tiap kain yang mereka kenakan, mereka lumuri dengan baluran teres ..
berontaklah mereka akan segala aturan yang mengharuskan mereka terpenjara dalam satu dimensi yang belum tentu benar adanya,,dimensi ruang yang sekali lagi memberi kawat dalam setiap gerak..

bebas lah kini mereka, menari diiringi iringan gendhing yang benar-benar hidup..tarian dari hati yang mendalam dalam tiap relung suara hati mereka...

tak lagi mereka memikirkan sejenak segala murka dari sang Sutradara yang mengajari mereka bagaimana caranya menari,,tapi memberi batasan yang jelas seakan mereka tak harus tahu apa yang kelak mereka harus lakukan..

Panggung Ramayana menjadi hidup dalam berbagai warna menyala..tak lagi temaram dalam suasan yang mencekam..dan Ramayana pun akan semakin ddinikmati..setidaknya oleh hati kecil para penari..yang lirih,,dan kadang tak tersuarakan...terhempas oleh abab-abab mereka yang dengan lantang dan berani menyuarakan uang mereka di setiap persiapan..memaksakan segala keluhan menjadi persetujuan..menutup mata mereka.....tanpa memperhatikan betapa tajamnya hati yang mereka miliki...

Mantari

Mantari menghampiri Batara Bayu,,meminta angin melesat jauh..membawa pesan menusuk kalbu..pesan jiwa menerkam dalam kehidupan,,tak ayal menjadi sarat akan kesengsaraan..
Mantari ku dulu hangat memeluk,,kini panaz,,liar tanpa kemudi..melesat kencang..melelehkan tiap titik keringat dalam kehidupan..
tak adakah yang lain selain Mantari? apakah Lintang pun tak bisa menghangatkan tiap kulit kehidupan,,ataukah sang Wulan tak mampu menjamah sejengkalpun kehidupan dgn senyum hangatnya?
ku telusuri Mantari..kehidupan Mantari..keinginan Mantari..
'aku hanya dpersalahkan kini'
Mantari tak sengaja berkata,,ketika semua berada di atas normal,,khdupan pun berada berbalik menghujamnya dengan makian..
'aku pun kini kehilangan panasku'
entah siapa yang salah,,ketika kehidupan merasakan gejolak yg mendalam dalam panas yang seperti api tak di surga..
'aku ingin kalian menjaga diri,,jangan sok merawat bumi..tapi skedar keluaran liur..tertelan kembali saat menjadi penuh,,tanpa pernah liur itu memandikan segala tangan dan kakimu dengan niatan..manakala hanya bicara..manakala kaki dan tanganmu terlalu kaku tanpa niatan,,dan akhirnya mulutmu pun kelu tuk sekedar berucap..
hatimu keras berusaha kawan..tapi nadi otakmu tak sdkitpun memberikan pemikiran..dan lihatlah! kw hnya diam memandang..'
Mantari tak berharap makian kita..ketika dia dirias dgn hujaman..ketika itu pula dia semakin cantik..karna hujaman tanpa gerakan itu akan membuat dia semakin 'panaz'..
kehidupan dan Mantari..atau bhkan Lintang dan Wulan pun tersangkut di dalamnya..membangun konflik sendiri..bhkan ketika Gerhana datang,,mereka sibuk menyiapkan posisi masing2..dan menghilangkan satu esensi kegunaan..'sinar'
tanpa kata lagi..kehidupan ini sbenarnya sarat akan cahaya yg mampu mengubah pikiran,,membangkitkan rasa..menggerakkan jiwa bahkan mengotak atik sgala paradigma yg menjadi terlalu umum..
namun sinar tetaplah sinar..Mantari tetaplah Mantari..bgtu pula Lintang dan Wulan..tetaplah Lintang dan Wulan..yg hanya mampu menerangi kehidupan..dan tak mampu memaksakan keputusan..mereka mati dalam kenyataan,,tapi seolah-olah selalu hidup dalam stiap renungan jiwa..
akhrnya..merekapun terlalu kelu dan terbutakan oleh sinar mereka sendiri..bgtu pun kehidupan,,menjadi terbutakan oleh sgala himpunan kekuasaan yg telah mereka dapatkan..
untuk ap lagi berpikir? kita tak sedang menonton drama kisah tentang Mantari..kita sdang berpikir tentang khdupan..tak ada panggung teater..yang ada hanya pndgn picik..
aku ingin sekali mantari lepas dr kalut akan sgala kekacauan..
mantariku,,kau kini hilang dterjang omongan..d antara smua celaan..