Judul ini saya ambil dari judul
lomba yang diadakan oleh Perpustakaan UAJY beberapa bulan lalu (saya lupa
tepatnya). Seandainya mahasiswa boleh mengikuti lomba ini, saya akan menuliskan
banyak keluh kesah tentang kondisi perpustakaan UAJY saat ini, saying lomba ini
hanya terbuka bagi siswa SMA.
Saya
menulis tulisan (bisa disebut surat, curhatan, sekedar keluh kesah atau kritik)
ini karena saya merasa sudah tidak nyaman lagi dengan suasana perpustakaan
UAJY. Walaupun tugas utama perpustakaan adalah sebagai bank buku, perpustakaan harusnya
juga berfungsi sebagai tempat kondusif untuk membaca buku-buku tersebut.
Suasana perpustakaan UAJY saat ini sangat tidak kondusif dan tidak mendukung
salah satu tujuan perpustakaan (saya kutip dari http://www.karyawan
perpustakaan.com/pengertian-tujuan-dan-peran-perpustaan) yaitu “dapat
menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi
dan social”. Saya rasa cara terbaik memanfaatkan waktu senggang yang
dimaksudkan dalam tujuan perpustakaan adalah dengan membaca, dalam situasi yang
tenang, kondusif. Hal ini mulai hilang dari perpustakaan UAJY.
Saya kemudian
membandingkan situasi perpustakaan UAJY dengan beberapa perpustakaan di
Jogyakarta: Perpus Kota, JLC, Perpus Kolsani, Perpus UGM, Perpusda. Situasi
Perpustakaan UAJY sedikit banyak mirip dengan situasi perpus kota, yang hiruk
pikuk.Berikut beberapa alasan yang kemungkinan besar menjadi penyebab hiruk
pikuk perpustakaan:
1. Desain
ruang, yang menurut saya tidak memadai: kantor pegawai perpustakaan dan ruang
perpustakaan diletakkan di gedung dengan ruang yang terbuka. Pada beberapa
gedung perpustakaan lain, letak kantor karyawan perpustakaan akan terpisah
dengan ruang baca dan dibatasi oleh sekat untuk meminimalisir suara dari luar
terdengar di ruang baca. Hal ini diperparah oleh karyawan perpustakaan yang sering
ngobrol dengan suara keras sehingga terdengar hingga ruang baca. Ini sudah
tidak sesuai dengan semangat Librarian
Serve People, not Books yang dipasang di web perpustakaan J
2. Belum
ada sosialisasi atau kesepahaman tentang fungsi perpustakaan. Saya bisa
contohkan di Perpus Kolsani, misalnya, ada perjanjian untuk pengunjung: tidak
ngobrol, mematikan/silent handphone,
tidak boleh menerima telepon di dalam ruangan, tidak boleh melipat buku, tidak
boleh mencoret buku dan tidak boleh menghilangkan buku. Semua pelanggaran atas
poin-poin tersebut akan diberi teguran atau sanksi langsung dari karyawan
perpustakaan. Sosialisasi aturan perpustakaan UAJY kurang (atau mungkin belum
ada) dan kerja karyawan Perpustakaan UAJY masih cenderung pasif dalam
memberikan teguran sehingga semakin membuat suasana perustakaan tidak kondusif.
3. Poin
kedua dipicu juga oleh kesadaran pemustaka yang kurang, misal: melakukan
diskusi di ruang baca, mengobrol di ruang baca, padahal sudah disediakan ruang
diskusi. Hal ini secara tidak langsung terjadi karena memang tidak ada
sosialisasi tentang aturan di ruang baca, ruang skripsi, ruang referensi dan
lab kom, artinya poin dua sangat berperan dalam mengurangi keramaian yang
diakibatkan oleh pemustaka.
4. Mesin
fotocopy yang tidak berfungsi baik, lama dan hasilnya mengecewakan. Poin ini
tidak berpengaruh langsung pada suasana kondusif, tapi menjadi poin tambahan
yang harus menjadi perhatian.
Saya
menuliskan tulisan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap perpustakaan UAJY dan
kenyamanan menggunakan fasilitas perpustakaan UAJY (baik warga internal atau
eksternal-non UAJY). Saya juga pernah posting kicauan terkait tidak kondusifnya
perpustakaan ini dalam 140 karakter di twitter, yang langsung saya mention ke
@uajy, ternyata tidak ada tanggapan. Kicauan saya ternyata di-retweet dan di-reply sebanyak 12 kali, berarti ada dua belas orang yang memiliki
harapan sama dengan saya. KIcauan kecil saya mungkin tidak terdengar, keluh
kesah saya pada beberapa SS Perpus juga mungkin tidak tersampaikan pada orang
yang berwenang sehingga suasana perpustakaan ya begini-begini saja, tidak
berubah. Maaf kalau tulisan ini menyinggung perasaan atau diterima secara negative.
Saya kadang juga masih ngobrol singkat di perpustakaan, tapi bukan berarti saya
tidak mau perpustakaan menjadi tempat yang lebih baik, bahkan mungkin bia
menjadi perpustakaan ternyaman untuk mengerjakan tugas atau sekedar membaca
mengisi waktu luang. Semoga perpustakaan ideal segera tercipta di UAJY.
Oya, maaf
kalau saya posting tulisan ini lewat blog yang bisa dibaca siapa saja, karena
saya tidak menemukan kolom kritik dan saran di website perpustakaan.uajy.ac.id.
