Sekilas saya akan membahas sedikit tentang persepsi saya tentang Telkonsel, Simnpati khususnya. Simpati jika dibandinmgkan dengan 3 memang punya tarif yang sedikit lebih mahal, akan tetapi dari pengalaman saya meminta pelayanan langsung di masing-masing Gerai di Jalan Jenderal Sudirman, Simpati memang tampak jauh lebih siap menghadapi pelanggan. Mulai dari jumlah Satpam yang memadai dan selalu tersenyum, para Front liner dengan Style rambut yang seragam (Cowok di atur ke tengah dan ke atas, cewek digelung ke atas [kecuali yang berambut pendek]) hingga pelayanan eksklusif dan ramah yang didapatkan tiap-tiap konsumen membuat saya berpikir bahwa Telkomsel merupakan provider Telekomunikasi yang mengedepankan layanan yang eksklusif dan baik.
Hal tersebut adalah posisioning awal yang ada di benak saya ketika menerima direct service di Gerai graPari. Lalu, suatu hari sekitar 2 bulan lalu saya pulang ke Magelang. Keadaan saat itu adalah masih labilnya kondisi Merapi dan juga jalan Jumoyo yang hampir selalu dibuka tutup untuk menghindari efek dari banjir lahar. Ketika saya melewati jalur alternatif, di ujung jalan alternatif saya melihat cat merah di toko yang biasanya berwarna abu-abu itu. Saya membaca sekilas, ternyata adalah ambience Telkomsel. Sekilas memang tidak menarik karena strategi serupa juga sering dipakai oleh Walls, 3, XL dan bermacam-macam brand lainnya. Akan tetapi setelah saya memikirkan lebih lanjut, saya merasa Simpati Telkomsel punya kecerdasan dengan memanfaatkan jalur alternatif sebagai tempat pembuatan ambience tersebut.
Seakan-akan Simpati yang sudah mulai digusur oleh provider-provider murah lain menjadi alternatif yang aman, merupakan jalur cepat jika ingin sampai dengan selamat daripada menunggu dan juga penyelamat ditengah keramaian yang terjadi jika tidak ada jalur alternatif. Saya coba membandingkan hal ini dengan persaingan ketat industri Telekomunikasi di Indonesia, seolah tergusur oleh provider lain, Simpati Telkomsel menelurkan Simpati Freedom dengan paket Murahnya. Penempatan di jalur alternatif ini juga mengisyaratkan bahwa Simpati merupakan jalur aman ketika jalur utama (provider utama yang dipakai) sudah tidak lagi berfungsi. Tidak sampai di situ saja, ketika jalur utama dibuka kita juga akan melihat dengan jelas Ambience Simpati ini yang menandakan bahwa Simpati “dari alternatif jadi yang utama”. Ini mungkin hal sederhana dari pemikiran sederhana saya merespon ambience Simpati di Jalur Alternatif Jumoyo. Jika ada yang salah mohon dikoreksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar