Selasa, 08 September 2015

Kubaca, Esoknya Dia Bunuh Diri

Dia bercerita kalau artinya kasih sayang
Dia tambahi pula dengan kebijaksanaan
Atau kata lainnya kesempurnaan

Tapi, terakhir dia kebingungan
Kata orang, tidak ada yang sempurna
Kecuali cinta tukang bakso dengan direktur perusahaan

Katanya, "Ah, begitu sempurna kebohongan!"
Begitu sempurna cara orang mengelabuhi orang lain
Mereka berusaha meminang ketenaran

Dia percaya kelas
Kasih sayang mengenal kelas
Kelas 12 mencintai kelas 1
Ya pedofil!
TIDAK BOLEH!
DILARANG!
Dia takut dihukum penjara kalau di negeri orang
Aku bercanda,
Dia bukan pedofil

Dia tahu kebijaksanaan sudah terlampau sia-sia
Orang di warung saja senang bila mendapat kesempatan marah
Pikirnya, banyak orang memberi uang untuk melampiaskan kemarahan
Kan raja
LAWAS!
Lha wong sekarang, ada calon raja semena-mena orang akan berteriak pekak
Kebijaksanaan itu ya tergantung kondisi

Apalagi kebijaksanaan pada sesama
Sesama yang mana,
Sesama yang seperti apa,
Yang di dalamnya cinta?
Sesamaku beda dengan sesamamu
Semua punya standar untuk menganggap orang lain sesama
Yang tidak sesama, wajar kalau tidak perlu dibijaksanai

Dia kemarin cerita
Bingung
Katanya jangan bilang siapa-siapa
Dia belum menemukan kasih sayang
Apa lagi yang sempurna
Apa lagi yang bijaksana
Kalau dirangkum: yang apa adanya
Yang bisa diterima
Yang sesuai surga,
aku menduga maksudnya adalah fana

Dia takut
Kalau dia mengasihi
Dengan sempurna
Dengan bijaksana
Dengan setia dan apa adanya
Dia lenyap dari dunia
Dibingkai jadi cerita lelucon satir, olok-olok dan konyol

Dia takut
Takut dengan kita-kita yang suka menertawakan
Hahaha
Hahaha
Hahaha
Aku sengaja tertawa
Agar dia tahu, aku bagian dari dunia

Dia lalu pergi
Aku sedikit menyesal
Menangis

Kubaca esoknya, dia bunuh diri bersama
Berpelukan dengan laki-laki
Bukti cinta

Dia juga

Laki-laki setia